Angel Without Wings

April 23rd, 2008 by tanti-kris

Have you ever realized that a smile you gave could pleased someone?

Have you ever realized that some proper words you said sometimes could be helpful and supportive to someone who needs it?

Have you ever realized that sometimes just simple things we have done could become a manner of caring to others?

I’ve just learned that loving and caring could be showed by some ordinary things I’ve done in my daily life, something that maybe I’ve never been realized about,

I’ve just learned that just listen to a friend’s share about her/his problem and showed some empathy could be a big favor,

I’ve just learned that being a shoulder to cry on is not a big task to do, just be willing and it might became an encouragement to others,

I’ve just learned that I don’t have to be near-physically- to show how much I care to my beloved ones, I could show them my caring, loving and affections from a distance not by physically touch, but by touching their minds from the deep of my heart,

I’ve just learned that I don’t have to be like Mother Teresa to show how much I care to others for she’s a real angel who dedicated her entire life to the poor, how can I be compared with her?

But I’ve just learned that I don’t have to be somebody extraordinary to become an “angel” who do loving and caring, I could be just being me and myself, doing all the ordinary things but have my presence meaningful to others in more simple ways,

Have you ever thought about the meaning of your presence among anybody around you?

I think about my joy of  sharing something I have to others so they could sense it as my loving and caring to them

I think about how blessed I am to get the chance to be meaningful to anybody around me as I thought about how fortunate I am surrounded by the people who loved me

And for that I give thanks to the LORD with my greatful heart.

March Blessings

March 15th, 2008 by tanti-kris

March is the time when I was born

March for me is always be a special moment

March for me is the time when I took a special reflection of my life

March for me is the time when I got blessed with many things

most are joyful ones that easily pleased me in happiness

but sometimes appears as trials and sorrow that put me in misery

but at the end- with HIM lead me by my side-

it strengthen me and let me into perseverance

                              

This March,

(as other

Marches

before)

I give thanks to the Lord for adding 1 more year in my life

I am so grateful of what I got in my life

Everytime I count HIS blessings to me,

I always be surprised when I name it one by one,

because they are uncountable…

So, what I can do is just sing and praise :

Thanks to God for my Redeemer,
Thanks for all Thou dost provide!
Thanks for times now but a memory,
Thanks for Jesus by my side!
Thanks for pleasant, balmy springtime,
Thanks for dark and stormy fall!
Thanks for tears by now forgotten,
Thanks for peace within my soul!

Thanks for prayers that Thou hast answered,
Thanks for what Thou dost deny!
Thanks for storms that I have weathered,
Thanks for all Thou dost supply!
Thanks for pain, and thanks for pleasure,
Thanks for comfort in despair!
Thanks for grace that none can measure,
Thanks for love beyond compare!

Thanks for roses by the wayside,
Thanks for thorns their stems contain!
Thanks for home and thanks for fireside,
Thanks for hope, that sweet refrain!
Thanks for joy and thanks for sorrow,
Thanks for heav’nly peace with Thee!
Thanks for hope in the tomorrow,
Thanks through all eternity!

February comes…LOVE is in the air !

February 2nd, 2008 by tanti-kris

If I speak in the tongues of men and of angels,

but have not love,

I am only a resounding gong or a clanging cymbal

If I have the gift of prophecy and can fanthom all mysteries and all knowledge and

If I have a faith that can move mountain,

but not have love, I am nothing

If I give all I possess to the poor and surrender my body to the flames,

but not have love, I gain nothing

Love is patient, love is kind.

It does not envy,

it does not boast,

it is not proud.

It is not rude,

it is not self seeking,

it is not easily angered,

it keeps no record of wrongs.

Love does not delight in evil but rejoices with the truth.

It always protects, always trust,

always hopes,

always perseveres.

Love never fails !!…………

(I Cor 13 : 1-8a)

Oo.. kamu ketahuan…

January 26th, 2008 by tanti-kris

Siang itu kami berenam sedang makan siang bersama, saat seorang teman membagikan kisah pengalamannya …

“Semalam aku dapat kasus menarik” begitu dia membuka pembicaraan…

“Kasus apa?” hampir serempak kami bertanya. Teman kami ini dokter gigi yang praktek didekat sebuah kompleks perumahan yang ramai dan pasiennya lumayan banyak.

“Tadi malam itu sebenarnya aku udah selesai praktek dan lagi main bulutangkis tiba2 ditelepon untuk balik ke tempat praktek karena ada pasien yang urgen, terpaksa deh aku balik” tiba-tiba ekspresinya berubah dari serius ke jenaka “Ternyata pasiennya adalah seorang perempuan umur 30-an gitu deh”

“Cantik ya?…” serempak lagi kami menyahut, maklum teman kami ini adalah dokter yang berjenis kelamin pria. Dia cuma tersenyum-senyum sambil mengerdipkan matanya..huuh..dasar pria!

“Trus apa kasus urgennya?” kami bertanya tidak sabar..

“Kasus KDRT1)” jawabnya serius.

“Haa???” kami semua melongo.

”Gini ceritanya…pasien ini adalah korban KDRT, mukanya habis ditonjok sampe gigi-giginya melesak” jawab teman saya  sambil pasang tampang serius lagi.

“Haa??” kembali koor kami bergema, disambung dengan pertanyaan yang bersahut-sahutan, “Siapa yang nonjok dia?”, “Siapa yang bawa dia ke praktek-an?”, “Seberapa parahnya? Apa dia masih sadar?”, “Kapan & dimana kejadiannya?”….sekarang teman saya tersenyum-senyum lagi, hepi banget dia udah sukses membuat kami semua antusias terhadap ceritanya.. “

“Perempuan itu ternyata seorang pembantu rumah tangga” dia meneruskan ceritanya

“Oo… jadi majikannya yang menganiaya dia?” tanya kami

“Bukan, yang menganiaya adalah pasangannya” jawabnya

“Lho… gimana sih?” salah satu dari kami menyahut..” Ooo.. jadi perempuan yang berprofesi sebagai PRT tadi dianiayanya oleh suaminya?” tanya teman yang lain

“Bukan juga” kata teman kami  si empunya cerita..

Wah, ceritanya tambah berputar-putar, jadi siapa yang menganiaya dia?

“Yang nonjok dia tuh adalah pria selingkuhannya”….

“Ooooo….” lagi-lagi kami merespon dengan suatu paduan suara..”Gimana kejadiannya?”

“Dia datang ketempat praktek dengan diantar 2 orang satpam kompleks perumahan sebelah, satpam itulah yang melerai pertengkaran sepasang kekasih yang berujung dengan kejadian pemukulan itu” mulai jelas deh kronologi kejadiannya.

“Wah, kasian ya tuh cewek, abis dipacarin, dipukuli trus ditinggalin” seorang dari kami nyeletuk.

“O, jangan salah… cowoknya juga ikut nganterin kok” kata teman saya…Ah, bagus-lah, setidaknya dia nyesel atau bertanggung jawab atas perbuatannya atau karena nggak ada pilihan lain udah ketahuan sama satpam?

Dasar teman saya punya rasa ingin tahu yang tinggi, setelah anamnesa2) dan menanyakan kronologi kejadian dia masih sempat tanya tentang asal mula bagaimana keduanya bisa ‘jadian’..  Ini cuplikan tanya jawabnya disela-sela merawat sang pasien…

“Gimana ceritanya Mbak, kok bisa bertengkar dengan suaminya?” dia membuka percakapan

“Dia bukan suami saya pak Dokter, suami saya ada didesa”…upps, salah ternyata…

“O.. kenapa kok Mbak sampai dipukul sama pacarnya ini?” dia meralat pertanyaannya

“Nggak, dia bukan pacar saya…dulu memang iya tapi sekarang saya nggak mau lagi jadi pacarnya” kata si pasien berapi-api…Lha iya-lah siapa juga yang mau setelah dipukuli begini. Dan setelah dikorek lagi dengan pertanyaan berikutnya barulah ketahuan kalo mereka bertengkar gara-gara si cewek cemburu.

“Cemburu sama siapa?” tanya kami  pengen tahu.

“Cemburu sama istri cowoknya”…

Lho? … pecahlah tawa kami antara kasihan dan geli…Nggak salah tuh, kok cemburu sama ‘pihak yang berwenang’… Tawa kami semakin meledak saat teman kami menceritakan hasil dari interogasinya tentang asal-usul kisah perselingkuhannya. Rupanya kisah itu berawal dari telepon salah sambung si cowok kerumah majikan si cewek…dari telepon itu jadilah mereka saling berkenalan dan akhirnya berselingkuh… what a story..kisah yang konyol sekali untuk ukuran dua orang dewasa yang sama-sama sudah berumah tangga…

“Lho, ceritanya belum selesai” kata teman saya… “Setelah dirawat lukanya malam itu, besok malamnya dia harus datang lagi untuk prosedur selanjutnya”.

“Jadi cewek itu dateng lagi?” tanya kami

“Iya-lah..dia datang…” jawabnya

“Cowoknya juga? Dia masih bertanggung jawab?” sebagian dari kami geram terhadapnya yang telah  tega menganiaya seorang wanita..

“Iya, cowoknya juga datang…” jawab teman kami sambil tersenyum-senyum…

” ..datang bersama istrinya”… lanjutnya

“Haa?”..melongo lagi deh kami…

Dan cerita selanjutnya adalah terjadi pertengkaran babak kedua antara si istri dan si cewek selingkuhannya, “Oo.. kamu ketahuan, pacaran lagi..dengan dirinya….”  gitu deh kira-kira background music-nya..he..he..he.. Waktu akhirnya teman saya udah selesai merawat dan mengatakan bahwa 2 minggu lagi pasien harus datang lagi untuk kontrol, si cowok mendekatinya dan berbisik dengan pasang tampang memelas…”Waduh Dok, saya nggak punya lagi biayanya…saya ini orang tidak mampu” kontan aja teman saya menjawab “Nggak mampu tapi kok mampu selingkuh?”… Ha..ha..ha..pecah lagi tawa kami  membayangkan betapa ‘heboh’nya tempat praktek teman kami itu jadi ajang pertikaian gara-gara suatu perselingkuhan … weleh..weleh

Kenapa ya akhir2 ini ada banyak sekali kisah selingkuh?… Siapa saja bisa berselingkuh, nggak cuma selebriti, orang2 biasa, termasuk pembantu rumah tanggapun bisa melakukannya. Rasanya sih kalau saya perhatikan, kata “selingkuh” itu sendiripun baru populer atau banyak digunakan belum terlalu lama ini deh…apa dulu tidak pernah ada perselingkuhan ya? Pastinya ada juga sih, tapi itu suatu aib jadi mungkin tidak terekspos, atau mungkin juga karena tidak banyak jumlah kasusnya. Saat ini, karena trend ini berjalan seiring dengan maraknya berbagai kasus kawin cerai apa benar ya sekarang ini memang ada pergeseran makna dari pernikahan?

Kalau menurut saya, itu terjadi karena orang terlalu menuruti perasaan, tidak bijaksana dan tidak bersikap dewasa. Waktu dua orang yang saling mencintai punya komitmen untuk hidup bersama yang diikat dalam tali pernikahan mestinya sadar bahwa perasaan cinta akan berjalan seiring perjalanan waktu, realita hidup bersama dan ada tanggung jawab yang menyertainya. Siapapun tahu jatuh cinta itu adalah perasaan yang paling indah, berbunga-bunga, berjuta rasanya, tapi -karena didunia ini tidak ada yang abadi- perasaan berbunga-bunga itu tidak akan selamanya ada, bukan berarti cinta akan hilang, tapi bentuknya tidak sama lagi, definisi dari rasa cinta itu akan berkembang seiring dengan perjalanan waktu, tidak lagi superfisial tapi menjadi lebih dalam maknanya. Tapi OK deh, realistis aja, mungkin dalam perjalanan waktu kita akan bertemu orang lain yang menarik lalu ‘klik’ dan rasanya bikin jatuh cinta lagi…tapi apa ya harus ditindak lanjuti dengan sebuah perselingkuhan? Jatuh cinta itu bisa saja terjadi pada siapa saja, cinta itu sendiri tidak salah, yang salah adalah kalau tidak bijaksana dalam meng-handle-nya. Siapapun setuju jatuh cinta itu berjuta rasanya, suatu perasaan yang paling indah, tapi kalau cuma ingin menuruti dan merasakan sensasi jatuh cinta, apalagi untuk mengalihkan perhatian atau lari dari permasalahan hidup, apa itu tindakan yang dewasa? Bukankah manusia itu dikaruniai perasaan, pikiran dan akal budi, jadi mestinya harus balans? apalagi dengan bertambahnya usia dan tanggung jawabnya, mestinya harus bijaksana dalam menghadapinya, mestinya harus bijaksana dalam menjaga suatu komitmen apalagi komitmen itu adalah komitmen dihadapan Tuhan (kan orang menikah harus sah secara hukum negara dan di mata Tuhan)

Pernah perhatiin nggak?..lagu-lagu pop Indonesia sekarang ini, banyak yang berkisah tentang perselingkuhan. Ini mungkin dipicu atau jadi pemicu maraknya kasus perselingkuhan yang banyak terjadi… Lihat aja, ada ‘Sephia’, ‘Jadikan Aku yang Kedua’ (heran deh, kok bangga sih, kok mau-maunya sih?), ‘Maafkan Aku Mencintai Kekasihmu’, bahkan ada yang ‘membungkus’ suatu perselingkuhan dalam suatu ‘kemasan’ yang seolah-olah itu adalah sesuatu yang indah…dengerin aja  “Kekasih Gelap”-nya Ungu.  Belum lagi kasus selingkuh tapi ketahuan, yang bikin ngetopnya Matta Band..”Oo..kamu ketahuan, pacaran lagi..” anak-anak kecilpun hafal syairnya…coba bikin daftarnya, masih ada banyak lagi deh yang lainnya. Salah satu temen senior saya pernah seharian ngomel, mengomentari dan memprotes lagu2 itu lalu membandingkannya dengan lagu2 jadul di jaman remajanya yang semuanya serba sopan dan ‘manis’, bicara tentang cinta, keindahan….

Iya juga ya…. Ah, tapi udahlah gak usah dipermasalahkan… sekali lagi, dewasa aja-lah kita menyikapinya.

Siang itu saya dengar teman saya memutar mp3 di PC-nya, lagu pop Indonesia, kedengaran sebagian syair refrain-nya..”..ijinkan aku sekali saja, rasakan cinta yang lain..” ah, lagu tentang patah hati pikir saya, tapi suara penyanyi dan melodinya terdengar cukup manis, udah beberapa kali saya dengar lagu ini, lumayan juga…”Mbak, ini lagu siapa yang nyanyi sih?” tanya saya, “Ini lagunya She” jawab teman saya… O ya, saya tahu She, band cewek yang salah satu lagunya ‘Slow down baby’.. “Boleh dong minta di-copy-in” kata saya sambil mengulurkan flash disk… Dan setelah itu masuklah lagu itu ke laptop saya untuk segera saya nikmati sambil ngetik…Setelah saya add-kan file itu di Winamp barulah saya tahu kalau lagu manis tadi judulnya adalah….. “Selingkuh Sekali Saja”…

Jadi syair “ijinkan aku sekali saja rasakan cinta yang lain” tadi itu minta diijinkan untuk selingkuh? sekali saja?

Heeh ??? Please deeh …!!!

1) KDRT : Kekerasan Dalam Rumah Tangga

2) anamnesa : proses tanya jawab dokter terhadap pasien untuk menggali riwayat penyakit

                                                                                    

Sepatu Cinderella

January 19th, 2008 by tanti-kris

Pulang ke Jogja, jalan-jalan di Centro, Ambarukmo Plaza… lihat ke konter sepatu wanita, biasa deh ‘lapar mata’ lihat sepatu-sepatu cantik berderet yang menggoda untuk dicoba… Perhatian saya tertuju pada high heels coklat dengan bahan kulit, modelnya simpel tapi elegan…hm..boleh juga nih dicoba.. segera saya lepas sandal di kaki kanan dan mencoba sepatu itu… wah, ukurannya pas, kelihatan bagus di kaki, ramping, bersih dan kontras dengan kulit… eh, tapi berapa harganya? segera saya lepas untuk melihat label harganya… Hah? Mahal amat?…ini sih dua kali lipat lebih dari harga sepatu-sepatu saya… Aha, ternyata diatasnya ada papan kuning dengan tulisan diskon 20% plus kalau pakai kartu kredit tertentu tambah lagi diskon 11,5%… kebetulan saya punya kartu kredit itu… wah, boleh juga nih dipertimbangkan… Saya coba lagi sepatu cantik itu, memang pas di kaki, kali ini saya ingin memastikannya dengan melihat ke cermin… yah, cerminnya letaknya agak jauh…nggak pa-pa deh saya kesana sambil mencoba berjalan memakainya… Wow, ternyata dipakainya-pun enak, nyaman dan terasa lembut ditelapak kaki,  ringan, tidak bikin capek… he..he… memang beda barang mahal dengan yang biasa-biasa aja..yah, sesuai-lah dengan harganya…. Kaya’nya ini adalah ‘must buy item’ deh… dan semakin besar keinginan memilikinya setelah melihat bayangannya dari cermin…yup..…dia harus kumiliki !!!…. Lalu, segeralah saya menyalakan kalkulator kecil di otak saya…harganya kalau dikurangi 20% lalu jumlah itu dikurangi lagi 11,5% (eh 10% aja deh biar gampang ngitungnya) jadinya adalah sekian-sekian…yah, kok masih mahal juga ya? Gimana nih, beli-nggak-beli-nggak? Di benak saya bertarunglah dua kubu pendapat yaitu ‘Devil’ yang pro dan ‘Angel’ yang kontra.

Angel :  Bulan ini kamu udah belanja beberapa fashion item , ini juga udah nenteng tas dari toko sebelumnya, masa sih mau beli lagi?

Devil  :  Eh, tapi ini kan kesempatan, jarang-jarang lho dapet sesuatu yang bagus dan pas, anyway kapan lagi ke Jogja-nya kalo masih dipikir-pikir, ntar keburu dibeli orang?

Angel :  Iya memang kualitasnya bagus, tapi kan mahal juga…

Devil  :  Lho kan pake kartu kredit, bisa dicicil ini…

Angel :  Apa bener harganya reasonable? Kamu belum pernah lho belanjakan uang sebanyak ini buat sepasang sepatu.

Devil  :  Lihat deh, sepatu ini bagus sekali, kuat dan pasti awet, enak dipakai, modelnya simpel tapi nggak pasaran, kelihatan berkelas..

Angel :  Yakin memang perlu dibeli? Coba deh ingat-ingat, kaya’nya kamu masih punya koleksi sepatu yang warna coklatnya mirip sepatu ini… tuh, sandal yang kamu pakaipun belum lama belinya kan? Warna juga mirip… ngapain beli lagi?

Ah, akhirnya si Angel yang menang…

Ya… sebel juga, tapi alasan-alasannya memang tepat sih, jadi dengan langkah pelan saya kembali ke meja display untuk mengembalikan si sepatu cantik… tapi…lho? mana sandal kanan yang tadi saya tinggalkan disini… Apa salah lokasi ya? Perasaan tadi bener disini deh… masih ada beberapa pengunjung di lorong, mungkin pandangan saya terhalang, saya segera mengitari meja-meja display sepatu, nggak ada… saat pengunjung di area itu agak  sepi tampak jelas bahwa tidak ada terlihat ada satu sandal yang tertinggal diatas karpet di lorong konter sepatu… Haa?..kemana sandal saya?….Dengan malu-malu plus agak bingung dan sambil masih melongok-longok ke kolong meja, saya bertanya pada pramuniaga  “Mbak, lihat sandal saya nggak, tadi saya tinggal disini waktu nyoba sepatu ini? Si Mbak juga ikut melongok-longok mencarinya..“Nggak ada tuh, mbak tadi nyoba-nya dimana?” “Ya disini, saya yakin kok” jawab saya.. Si Mbak bertanya pada dua orang temannya tapi nggak ada yang tahu.. Aduh, konyol deh..kan nggak lucu banget kalau saya harus jalan dengan satu sandal aja… iya kalau Cinderella berlari dengan satu sepatu, satu sepatu kaca-nya ditemukan sang pangeran..nah kalau ini siapa juga pangeran yang mau menemukan sandal saya..hi..hi… Ditengah kebingungan saya tiba-tiba terbersit ‘harapan’ baru..eh, kalau sandal saya hilang berarti ada alasan dong buat beli sepatu ini..kan nggak mungkin saya pulang nyeker alias telanjang kaki… he..he..masih berharap juga nih… Saat si Devil akan kembali membujuk tiba-tiba salah satu Mbak pramuniaga berteriak… “Mbak, sandalnya yang ini bukan?” tanya dia sambil mencomot satu sandal yang dipajang di meja display… Haa? Iya betul…itu sandal saya…. Lho kok bisa ada disitu sih, siapa yang iseng menaruhnya disana? Ha..ha..ha… rupanya ada orang yang ‘berbaik hati’ menaruh ke meja mungkin karena mengira itu barang display yang habis dicoba orang tapi tidak dikembalikan.. warnanya kan senada dengan barang-barang disitu jadi sayapun tadi tidak cermat melihatnya… Konyol deh…

Ha ha ha haa ha…hi hi hi hii hi… sandalnya udah ketemu

Ha ha ha haa ha…hi hi hi hii hi… nggak jadi beli sepatu

Akhir cerita, Cinderella nggak jadi kehilangan sepatunya !!

Empat Mata

January 12th, 2008 by tanti-kris

Desember lalu saya dapat kalender meja 2008 dari sebuah toko kacamata terkenal, desainnya simpel, bentuknya kecil memanjang warna hitam dengan cover berupa tulisan “What are you without your glasses?”. Sangat menarik, ini tentang kisah orang-orang yang ‘empat mata’ alias orang-orang yang berkacamata. Didalam kalender itu ada 12 statement - cerita singkat pengalaman beberapa orang tentang hal itu di tiap lembar tiap bulannya, contohnya yang di bulan Juni : “Just look at me, I look smart and chic. My secret? Glasses”, yang di bulan Desember : “Without my glasses, I’m just a man who can not see the beautiful world”.. Yah, orang memang punya berbagai macam alasan untuk pakai kacamata. Sebagian besar karena perlu alat bantu untuk penglihatannya, tapi bisa juga untuk fashion aja, atau gabungan keduanya dan rasanya saya adalah termasuk salah satu dari golongan terakhir ini. Sebenarnya saya tidak suka pakai kacamata, tapi saya memerlukannya karena mata saya miopia, kiri kanan minus 1 dan 0,75. Karena minusnya relatif ringan, biasanya sih saya hanya pakai kacamata kalau kerja atau aktivitas yang memerlukan alat bantu untuk melihat jelas dari jarak jauh, selain itu males deh pakenya masih kelihatan soalnya….eh, tapi biar begitu saya punya beberapa model kacamata lho, soalnya..hi..hi.. buat fashion juga sih. Nah, tapi, gara-gara nggak kontinyu itu saya jadi punya masalah. Sabtu lalu saya mengikuti workshop ditempat kerja saya, waktu acara mulai barulah saya sadar kalau nggak bawa kacamata,  waduh repot, apalagi waktu saya harus presentasi… Ya emang masih kelihatan sih, tapi sepanjang acara saya merasa nggak nyaman karena tidak bisa melihat tulisan di layar dan wajah para peserta dengan jelas… Baru sadar deh betapa bergunanya si kacamata itu untuk membantu penglihatan saya.

Biasanya orang tidak pernah menyadari punya sesuatu yang berharga dan istimewa sampai dia kehilangan atau mendapatkan gangguan akan sesuatu itu. Tiba-tiba saya jadi menyadari betapa berharganya penglihatan yang saya miliki, betapa kompleksnya proses visual yang berlangsung dalam mata saya. Sebenarnya sih tahu tentang teorinya, tapi selama ini rasanya proses melihat itu

kan

sesuatu yang otomatis dan terjadi begitu saja, saat saya membuka mata akan terlihatlah obyek yang ada didepan saya. Padahal prosesnya cukup rumit lho, gini nih kira-kira : kornea yang merupakan bagian terluar dari bola mata akan menerima cahaya dari sumber cahaya lalu diteruskan ke pupil. Pupil akan melebar dan menyempit sesuai kuantitas cahaya yang masuk dengan dipengaruhi oleh iris di sekelilingnya  yang berfungsi sebagai diafragma. Lalu ada lensa mata dibelakangnya yang mengatur fokus cahaya dan meneruskannya pada retina lalu ke saraf optik dan masing-masing mata akan mengirimkan data itu ke otak untuk diproses barulah muncul gambaran visual…tuh rumit

kan

. Eh, saya jadi bertanya-tanya dalam hati kenapa ya Tuhan ‘mendesain’ manusia dengan dua buah mata? Coba tutup mata yang kanan, yang kiri masih bisa melihat, sebaliknya kalau  ditutup mata kiri yang kananpun bisa melihat dengan kemampuan yang sama, tapi pandangan akan terasa lebih nyaman bila dua mata terbuka, karena mereka akan saling bersinergi. Memang akan sempurna bila dua bersinergi menjadi satu, saling mendukung, saling menjaga agar tetap balance, tapi didunia ini kadang bila sesuatu tidak berjalan sesuai yang direncanakan hanya dengan satu-pun mestinya bisa tetap survive, mungkin begitu ya filosofinya?

                                                   

Bersyukurlah kita yang punya dua mata yang utuh, masih bisa melihat cahaya, melihat segala pemandangan, melihat wajah orang-orang disekitar.

Ada

banyak orang yang tidak bisa melihat dunia dengan matanya.

Ada

beberapa orang yang tadinya bisa melihat tiba-tiba karena suatu penyakit kehilangan indra penglihatannya. Minggu lalu saya lihat tayangan re-run Oprah tentang seorang pemuda yang terpaksa kehilangan kedua matanya karena kanker sejak berusia 3 tahun. Beberapa tahun dia hidup dalam kegelapan setelah kehilangan penglihatannya, sampai suatu saat dia menemukan kemampuan untuk “melihat” dengan cara berdecak seperti suara cecak. Dengan berdecak dia bisa mendengar pantulan gema suara dari obyek disekitarnya sehingga dia bisa mengetahui apa yang ada disekelilingnya, bisa memperkirakan jarak, bisa menyesuaikan. Unbelievable! di tayangan itu terlihat dia berjalan dan bersikap seperti orang normal yang bisa melihat, dia bisa naik turun tangga dengan lancar, berjalan di lorong supermarket dengan santai bahkan main skateboard! Tuhan mengambil penglihatannya tapi menggantikannya dengan pendengaran yang sangat peka, DIA memperlengkapi suatu kekurangan dengan kelebihan yang lain.

Mata melihat obyek, sebagian orang mungkin tidak bisa melihat secara visual tapi semua orang punya mata hati yang akan melihat dan menentukan bagaimana jalan hidupnya. Orang boleh buta mata tapi tidak boleh buta hati. Mata hati adalah pelita tubuh, melaluinyalah terang masuk dalam kehidupan, bila mata itu gelap, gelaplah seluruh hidupnya.

Eh, bicara tentang mata, saya kok jadi kritis bertanya-tanya…selain pertanyaan tentang kenapa manusia punya dua mata saya juga bertanya-tanya kenapa ya acaranya Tukul Arowana dikasih judul “Empat mata”? padahal Tukul tidak berkacamata.  Empat mata juga berarti berbincang berdua dari hati ke hati, eh padahal dia juga tidak berbincang berdua saja dengan bintang tamunya karena Pepy, Ngatini dan yang lainnya suka ikut nimbrung, udah gitu bintang tamunya tambah lama tambah banyak, padahal pula yang menonton mungkin jutaan pasang mata? Jadi apa alasannya yah?…. Ah, mau tahu aja..!!!

Doa di Akhir Tahun

December 31st, 2007 by tanti-kris

Tuhan Allah Yang Maha Kasih,

Waktu berjalan begitu cepat,

sepanjang tahun ini tlah kujalani hari-hari suka dan duka,

tlah kualami saat-saat sakit dan sehat,

sering kulalui hari-hari yang ceria,

kadang kualami saat-saat yang terasa berat,

semua terjalin dalam satu cerita

Di akhir tahun ini aku termangu,

aku merenung, memohon ampun dan tertunduk malu,

betapa seringnya aku mengeluh, memohon ini dan itu,

tapi kurang menyadari betapa berlimpahnya berkatMU

kadang bila kesibukan menyita waktuku,

kuabaikan doa dan waktu teduhku bersamaMU

Tapi Engkau tetap setia ya Tuhan,

KasihMU tak berkesudahan

Saat kuhitung berkat yang telah Tuhan berikan,

betapa banyaknya hingga tak terkatakan

Sering berupa kesukaan,

kadang lebih dari yang aku harapkan,

malah ada yang berupa kejutan, sesuatu yang tak terpikirkan,

tapi Tuhan berkenan untuk berikan dan kurasakan,

Adakalanya berkatMU datang melalui peristiwa yang sedih,

yang membuatku berjuang dengan letih,

tapi itu semua membuatku jadi orang yang terlatih

untuk bertahan dengan gigih,

karena kutahu Tuhan selalu ada dan menuntunku dengan penuh kasih

Hari berganti, tahun berlalu, datang dan pergi

Hari ini kembali kualami, masa tahun berganti lagi

Terima kasih Tuhan untuk hidupku yang penuh warna ditahun ini,

Terima kasih untuk semua hal yang telah Tuhan ijinkan untuk kualami

Seperti yang telah kualami ditahun-tahun yang lalu,

kurasakan penyertaan Tuhan selalu

Demikian pula di tahun yang baru

kuyakin kasih Tuhan tak akan pernah berlalu

Kiranya Tuhan karuniakan kekuatan dan kemampuan

agar hidupku berarti dan punya tujuan

untuk selalu memuliakan Nama Tuhan

Kiranya Tuhan karuniakan hikmat

sehingga aku dapat berlaku bijak dan cermat

mampukan aku untuk menjadi saluran berkat

Kiranya Tuhan berkenan pakai keberadaanku

untuk menjadi terang bagi sesama dilingkunganku

Mampukan aku untuk selalu menjaga tutur kata,sikap dan perilaku

sehingga orang melihat kemuliaanMU

Tuhan, tak ku tahu apa yang akan terjadi ditahun depan,

mungkin ada tantangan dan rintangan

Kuserahkan semua kuatir dan ketakutanku

karena kuyakin Tuhanlah yang akan memimpin langkahku

Terima kasih atas penyertaanMU

Segala hormat, puji dan kemuliaan

Hanya kupanjatkan bagiMU Tuhan

Amin.

More Than Words

December 22nd, 2007 by tanti-kris

Pernah ngitung nggak berapa jumlah kata yang kau ucapkan setiap harinya? 5000? 100.000? atau lebih? (..ah, siapa juga yang mau ngitung, kok keisengan amat…) Tiap kata yang kita ucapkan punya arti, kata-kata tersusun membentuk kalimat untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran…Bayi mengucapkan kata-kata yang tanpa makna..eh, mungkin itu bukan kata-kata, cuma suara2 aja sih..  Semakin dewasa semakin bertambah pulalah perbendaharaan kata-kata kita…..Tapi kadang apa yang ada dipikiran nggak mudah diungkapkan dalam kata-kata yang tepat…maksudnya begini eh orang lain menangkapnya begitu… Maunya ngomong begini eh karena salah milih kata jadinya artinya lain…

Dalam dua minggu terakhir ini -pada dua kesempatan dan audiens yang berbeda- saya harus mengikuti 2 rapat kerja yang durasinya masing-masing 2 hari… (aduh berasa kaya’ anggota DPR aja deh). Tahu apa yang orang lakukan dalam suatu rapat?… ya..menyampaikan laporan, memberikan masukan, mencari rumusan, mencapai tujuan, adu argumentasi, mencari kata sepakat, …pokoknya ngomong, ngomong dan ngomooong… Ada peserta rapat yang mengemukakan pendapatnya dengan berapi-api, ngomong panjang lebar berputar-putar tapi nggak jelas apa maksud dan tujuannya, nggak menjawab permasalahan yang dibahasnya. Ada juga yang bicaranya cukup singkat tapi kata-kata yang dipilihnya sangat tepat mewakili ide pemikiran yang diungkapkan, bahkan inspiratif dan membuat suasana menjadi lebih kondusif. Ada pimpinan sidang yang kesulitan menuangkan resume dari hasil bahasan dalam suatu kalimat dan akhirnya bilang.. “..udah deh..pokoknya maksudnya seperti ini, kalimatnya terserah”.. lah sekretarisnya juga nggak tahu mau nulis gimana, dia juga sama bingungnya… Belum lagi waktu presentasi hasil bahasan, beberapa kali terjadi butuh waktu yang cukup panjang hanya untuk berdebat mencari padanan kata yang tepat untuk suatu istilah yang bisa mewakili suatu ide pikiran yang ingin dituangkan. Lagi, kadang peserta sibuk mengomentari bukan substansi materi tapi istilah yang dipakai… “jangan pakai kata itu, artinya jadi lain…”, yang lain menyanggah, “bukan begitu maksudnya, ini adalah..bla..bla..bla” dan seterusnya dan seterusnya…. Padahal peserta rapat adalah orang2 dewasa yang pastinya perbendaharaan katanya cukup banyak, mana mereka rata2 memahami lebih dari satu bahasa, mereka juga cukup well educated.. tapi kok susah juga yah…

Ternyata meskipun tersedia berbagai pilihan kata, menuangkan isi pikiran dalam kata-kata itu tidak selalu mudah… Sebagian orang punya kemampuan baik dalam berkata-kata, tapi banyak pula orang yang sulit untuk berkata-kata… Tapi sebenarnya, apapun tipe orangnya (untuk orang yang dikaruniai kemampuan untuk bicara) kemampuan berkata-kata itu sebenarnya adalah sesuatu yang dapat dilatih… Pepatah bilang ..ala bisa karena biasa, practice make perfect… Cuma, kadang orang tidak memperhatikan apa yang mereka katakan, kadang tidak sadar kalau orang bisa berpretensi lain terhadap apa yang dikemukakan, kadang tidak sadar kalau apa yang diucapkan menyakitkan hati orang lain… Kata-kata yang diucapkan adalah ungkapan perasaan dan pemikiran yang menunjukkan pribadi seseorang. Kata-kata yang diucapkan oleh orang yang punya sikap berpikir positif akan menolong orang lain, mungkin menyejukkan hati, sesuatu yang bersifat membangun. Orang yang bijaksana mampu memilih kata-kata mana yang harus diucapkan dan yang tidak perlu disampaikan.

Eh, tapi apa semua yang ada dalam pikiran dapat diungkapkan dalam kata-kata?Ternyata ada juga lho hal-hal yang tidak dapat diungkapkan dalam kata-kata tapi bisa dimengerti,

tidak diucapkan tapi bisa dirasakan…

CINTA misalnya,

kadang kata-kata tidak cukup untuk mengungkapkannya,

kadang bahkan tidak perlu terucap kata-kata,

tapi terasa dalam hati,

dan itu sudah sangat berarti….

just feel it,

it’s more than words…

Saying I LOVE YOU
is not the words I want to hear from you
Its not that I want you
not to say, but if you only knew
How easy it would be to show me how you feel
More than words is all you have to do to make it real
then you wouldnt have to say that you love me
cos I’d already know

What would you do if my heart was torn in two

More than words to show you feel
that your love for me is real
What would you say if I took those words away
then you couldnt make things new
just by saying I LOVE YOU

Now I’ve tried to talk to you and make you understand
All you have to do is close your eyes
and just reach out your hands and touch me
hold me close don’t ever let me go
More than words is all I ever needed you to show
then you wouldnt have to say that you love me
cos I’d already know

What would you do if my heart was torn in two
More than words to show you feel
that your love for me is real
What would you say if I took those words away
then you couldnt make things new
just by saying I LOVE YOU

(“More than words” – Extreme)

THE RAIN AND US

December 8th, 2007 by tanti-kris

I was busy preparing dinner when I heard the sound of the rain outside,

I looked through the kitchen window an saw the rain started to falling

I smiled and think…

I love the rain,

It reminds me to the  cool and the freshness,

I like to see  it flourish the earth, made the plants and flowers wet and fresh

I like to smell the fragrance of the ground & the grass when the first rain falling into it

I love to hear the rhythm of the falling rain

I don’t know how, but in some ways rainy moment leads me into some sentimental feelings…

But  the rain will unpleased me

when it turns into a heavy one,

when plenty of water  are downpoured from the sky,

when it accompanied by the dark clouds, lightening and thunder,

it’s not just unpleased me, but made me scared and feel insecured

Oh no,… this is what happen now…

Smile faded away from my face…

The rain got harder, accompanied by small twister

I felt so insecured… I’m home alone in our residence,

my darling was somewhere outside on his way back home from work ….

Imagine that he caught in the heavy rain and bad weather made me feel bad

Dear Lord, please guard Abang, guide him come home safely through this bad weather” I prayed…..

Minutes later, I finished cooking and was turning off the stove when I heard the door was opened

Hi dear,.. I’m home”…. I heard his voice..

Ah,  Abang is coming home… my pray had answered !…

Hi honey…” I greet him with a light kiss…

What a bad weather outside dear he said

Yes, I know…I’m glad you’re home now “ I replied “Now, why don’t you have a nice hot shower while I finish to set our dinner?”  He said ”OK” and went to the bathroom after I passed him the towel 

I continued preparing our dinner happily

The table had set just in time when he came out from our bedroom,

fresh and clean, smiled at me so lovely…

Together we dine,

Started by praying, thank God for the food and everything,

We had a nice hot meal, delighted to have it during the heavy rain outside, 

actually, it wasn’t super tasty cuisine that I served for I’m not a great chef,

but I cooked it with love – did it for someone I love -  that made it so special…

The hard rain still falling outside when we had finished our dinner,

then we moved to the living room

having cups of hot choco,

sitting together in the sofa, 

his arm  around my shoulder, hold me tight,

a sweet moment of sharing and communicate each other,

Together we watched the falling rain from the window…

I still hate the hard rain, but it didn’t scared me when I’m with him

Eventhough dark clouds, thunder and twister outside, I feel secured in his embrace

It was wet and cold outside but together we were warm in our nest

The love in our hearts would keep us warm,

it may turn into heat we share all through the night……

I love the rain,

any kinds of rain,

as long as I’m with my beloved one ………

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG

November 18th, 2007 by tanti-kris

Are you affraid of the dark?

Does darkness bring some discomfort feeling in your mind?

Buat saya berada dalam kegelapan itu adalah hal yang sangat tidak menyenangkan…

Unfortunately, saya terpaksa mengalaminya belum lama ini…

Beberapa waktu yang lalu satu sahabat saya harus menjalani suatu operasi karena penyakitnya. Pulang kantor saya menengoknya di salah satu Rumah Sakit terkenal dikota ini. Waktu itu baru saja dia masuk kamar setelah satu jam sebelumnya keluar dari Recovery Room pasca operasi… Dia belum sepenuhnya sadar, masing pusing dan mual, tapi tahu kalo saya ada disana, so saya ngobrol aja dengan keluarganya yang menunggunya… Tengah2 asyik ngobrol tiba-tiba lampu mati…uups… gelap deh semuanya… Kamar ini berada dilantai 8,  dari jendela saya bisa melihat situasi diluar ternyata lampu di gedung2 sekitarnya dan lampu dijalan raya tetap menyala…jadi bukan pemadaman listrik total..

Kami semua tetap tenang ditempat… ah… ditunggu aja, masa’ sih rumah sakit mati lampu…sebentar nanti pasti juga lampunya nyala lagi… Sebentar kemudian masuklah dua orang perawat menyampaikan permohonan maaf atas gangguan ini, “mohon sabar ya Bapak, Ibu, kami sedang memperbaikinya” begitu ucapan mereka dengan ramah..

OK, kami tunggu..

5 menit…

Kok lama yah… kenapa mereka nggak segera menyalakan genset?

Terdengar ribut suara dari kamar2 sebelah, para pengunjung keluar dari kamar berkumpul di koridor, menggerutu sana-sini, sedangkan para pasien, tentu saja cuma bisa pasrah di tempat tidurnya masing-masing…

10 menit…

Masih gelap !…

Teman saya si pasien mulai terjaga… “Kenapa semuanya gelap?” dia yang belum sepenuhnya sadar mengira sesuatu terjadi pada dirinya..  “Nggak apa2 kok… ini listriknya memang mati, jadi gelap, sebentar lagi juga nyala”… kata kami menenangkannya… 

15 menit…

20 menit…

Belum nyala juga!

Nothing I can do in the dark…

Nggak asyik lagi ngobrol dalam kegelapan….

Ruangan mulai tidak nyaman, ac mati, tidak ada jendela yang bisa dibuka

Akhirnya saya berpamitan pulang…

Dengan berbekal ponsel yang ada senternya mulailah saya menyusuri koridor. Sepiii sekali disana, gelap tidak ada secercah sinarpun, (kenapa tidak ada lampu emergency disini?) tidak ada orang sama sekali…para pengunjung yang tadi rame2 keluar dan protes sudah tidak ada lagi, mungkin putus asa lalu masuk kembali ke kamar…atau sudah pulang ya?

Sampai di ujung koridor terlihat ada seberkas sinar, Meskipun hanya samar2 tapi adanya sinar itu membuat hati menjadi lebih tenteram, dan waktu saya belok tahulah saya kalau sinar itu ternyata adalah berasal dari lampu emergency yang rupanya hanya ada di dinding tangga darurat …

8th floor

Ah… itu dia tangga-nya..

a long long way to go…dan high heels yang saya pakai sebenarnya nggak cocok untuk perjalanan ini..tapi apapun akan saya tempuh untuk dapat pergi meninggalkan kegelapan ini… Perlahan saya melangkah, no rush at all, hemat tenaga…ada 8 lantai yang harus saya lalui untuk sampai kebawah.. Waktu mulai menuruni anak tangga saya berpapasan dengan iringan para petugas yang naik membawa nampan makanan untuk para pasien di lantai 8… yah, memang ini waktunya makan malam… wah, pasti capek sekali mereka membawa makanan itu dari dapur… Tak habis saya berpikir, mengapa bisa terjadi listrik mati sekian lamanya di sebuah rumah sakit, bagaimana kalau ada yang sedang berada di ruang operasi, bagaimana dengan pasien yang menggunakan alat2 bantu yang tergantung pada listrik? mengapa rumah sakit sebesar dan semegah ini tidak bisa mengantispasinya? Rumah sakit punya tanggungjawab yang lebih besar dari “sekedar” pelayanan prima dari suatu pelayanan jasa… ada tanggung jawab dan etika moral yang harus dipenuhi… Apapun alasannya, seharusnya ini tidak boleh terjadi !!!….

7th floor

Wah, lumayan… sudah satu lantai terlewati… saya meneruskan langkah sambil kembali berpikir, kali ini tentang…listrik!…. Betapa kita semua sangat tergantung pada listrik! Coba lihat dari lingkungan yang terdekat, hampir seluruh peralatan di rumah memerlukan listrik, penerangan dirumah, rice cooker, kulkas, tv, mesin cuci, seterika..dll… Belum lagi di perkantoran, pusat perbelanjaan, area publik, sentra2 industri kecil dan besar…dll dll… Dulu waktu Thomas Alfa Edison menemukan bola lampu listrik, rupanya itu bukan ‘hanya’ suatu penerang dalam arti yang sesungguhnya, tapi suatu ‘penerang’ yang akan sangat mempengaruhi kehidupan umat manusia (tahu kan gambar di kartun2.. ide cemerlang selalu digambarkan dengan bola lampu listrik)…ah, bayangkan dunia tanpa listrik?… Begitu terbiasanya kita dengan listrik disekitar kita, begitu mudah menggunakannya, sampai kadang jadi lupa kalau semua yang ada didunia tidak ada yang abadi, sumber energi ini pun kalau dieksplorasi terus menerus bagaimana kalau ‘habis’? Tuhan menempatkan manusia di planet ini untuk mengelola bumi dan segala kekayaan didalamnya, Dia juga memperlengkapi manusia dengan pikiran dan akal budi, mestinya harus bijaksana dalam mengusahakan dan mengelola sumber energi.. Ah, ngomong aja percuma kalau tidak ada langkah nyatanya.. OK, saya jadi diingatkan untuk lebih bijaksana dengan penggunaan listrik.. kadang saya lupa mematikan lampu kamar mandi, nonton tv sampe ketiduran dan lupa dimatikan, di ruangan saya di kantor komputer selalu on dari pagi sampe sore padahal tidak selalu saya menggunakannya dll… Semuanya harus dimulai dari diri sendiri, kalau semua orang berpikir begitu pasti besar pengaruhnya…

5th floor

Nggak terasa, sudah 3 lantai saya lalui..  Kok sekarang sepi ya?..Sampai disini tidak ada lagi petugas yang berpapasan naik ke atas, Ooo..rupanya mereka tadi naik dari pantry di lantai 6… Sekarang jalan yang saya lalui sepi, hanya detak sepatu saya yang terdengar menggema di dinding tangga.. Disetiap lantai ada pintu yang terbuka ke arah koridor.. gelap, tidak ada lampu disana… Saya menengok sebentar ke koridor yang gelap … hm.. ini setting yang sangat cocok untuk adegan film horor Indonesia… ditambah background musik yang seram…lalu muncullah dari tikungan depan sosok suster ngesot…he..he.. khayalan yang konyol… saya jadi senyum2 sendiri… Lihat, apa yang bisa kau pikirkan pada waktu gelap…bayangan2 yang menakutkan, kekuatiran, itu munculnya dari pikiran yang negatif…itu bisa saja terjadi kalau kau berada dalam gelap… Gelap punya konotasi dengan hal-hal yang negatif bahkan evil spirit…Tidak nyaman rasanya berada dalam kegelapan apalagi kalau harus berjalan sendiri dalam gelap, tidak tahu apa yang ada didepanmu, kau bisa terantuk sesuatu, terperosok, mungkin tersesat, tidak ada sesuatu yang bisa dijadikan pedoman… Kalau dalam hidupmu kau tidak tahu kemana arah langkahmu menuju, mungkin berputar kesana kemari mencari sesuatu yang tak pasti lalu kadang tersesat dan mencoba mencari jalan lain, apakah itu berarti kau berada dalam kegelapan?… Apa yang jadi pedoman dan sandaranmu bila berada dalam gelap? Kalau ada seberkas sinar, meskipun itu hanya nyala lilin yang kecil suasana pasti akan segera berubah.. Adanya seberkas sinar dalam kegelapan membawa suatu harapan akan sesuatu yang lebih baik..  akan terlihat jalan dimana mestinya kita melangkah, akan terlihat rintangan yang harus dihindari, tidak akan kita terperosok…. Firman Tuhan itu pelita bagi kakiku, terang bagi jalanku… Dalam hidup ini ada banyak tantangan dan rintangan, tapi berjalan dalam terang Tuhan adalah kekuatan untuk menghadapinya…

3rd floor

Saya berpapasan dengan seorang ibu yang sedang dibimbing anaknya perlahan menaiki anak tangga… Ah, akhirnya saya berjumpa dengan manusia lain setelah sendirian beberapa saat dalam kegelapan…Kami saling melempar senyum.. “Hati-hati Ma, pelan-pelan aja jalannya”.. saya dengar pemuda itu berkata pada ibunya.. Membimbing seseorang keluar dari kegelapan hanya bisa dilakukan kalau kita punya pedoman, kalau ada seberkas sinar terang dalam diri kita… Benarkan kita sudah hidup dalam terang Tuhan? Sudahkan terang itu berarti untuk orang yang ada disekitar kita? Meskipun nyalanya tak seterang matahari tapi bahkan cahaya lilin kecil yang temaram pun dalam gelap akan memberi terang, memberi perubahan suasana yang berarti…. Ingat lagunya Chrisye…

dan kau lilin-lilin kecil

sanggupkah kau mengganti,

sanggupkah kau memberi seberkas cahaya

dan kau lilin-lilin kecil,

sanggupkah kau berpijar

sanggupkah kau menyengat seisi dunia….

Saya memang bukan siapa-siapa yang mampu membagikan terang pada dunia, tapi paling tidak sudahkan hidup saya berarti bagi orang-orang disekitar saya? Sudahkan terang itu memancar sehingga orang lain bisa merasakan dan melihat -bukan diri saya- tapi kemuliaanNYA? Sudahkah saya menjadi saluran berkatNYA bagi orang yang ada disekitar saya?

1st floor

Dari jauh terlihat pintu lantai 1… ah, akhirnya  sebentar  lagi saya akan sampai pada akhir perjalanan ini… Lho, tapi kenapa pintunya tertutup yah? Padahal disemua lantai tadi pintu yang menuju koridor terbuka lebar… Tidak ada seorangpun disini yang bisa ditanyai atau dimintai tolong… Dengan ragu2 saya menarik pintu yang kokoh itu…uhh..berat sekali… Pada upaya yang ketiga akhirnya pintu itupun terbuka… dan ternyata koridor menuju lobby pun sama gelapnya dengan lantai diatasnya… Saya menyalakan lagi senter pada ponsel..ah, nggak apa-apa yang penting saya sudah sampai disini… beberapa puluh meter lagi saya akan sampai ke pintu utama lobby menuju ke dunia luar yang lebih terang… Harapan akan adanya terang membawa semangat baru dalam diri saya… Belum sampai 5 meter saya melangkah tiba-tiba….. byaaar…. lampu menyala dengan terangnya, terlihatlah lobby yang mewah dengan meja resepsionis dan sofa2 yang empuk…. Horee !!…semua orang yang ada diruangan itu bersorak.. listriknya udah nyala lagi…tepat diakhir perjalanan saya… coba tadi saya lebih sabar menunggu mungkin tidak harus jalan2 sepanjang 8 lantai ! he..he….tapi saya tidak menyesalinya…

Horee…habis gelap terbitlah terang !!…..