Twins
Pernah nonton atau masih ingat film Twins (1988)? Film itu memang lucu, bagaimana tidak? Arnold Schwazenegger yang tinggi besar dan kekar digambarkan sebagai saudara kembar Danny De Vito yang pendek dan gemuk, bukan saja postur dan wajahnya sangat berbeda satu sama lain, dalam film itu dikisahkan mereka memiliki sifat dan cara hidup yang saling bertolak belakang. Kenapa saya jadi ingat film itu, karena dalam beberapa hari terakhir ini entah kenapa saya melihat adanya beberapa peristiwa tentang fenomena kembar yang membuat saya berpikir tentangnya.
Beberapa hari yang lalu saat sedang menunggu lampu merah di traffic light saya iseng membeli koran Surya yang ditawarkan oleh seorang anak penjual koran, disitu ada suatu berita singkat dengan sebuah foto tentang sepasang kembar perempuan yang menikah dengan sepasang kembar laki-laki lalu masing-masing pasangan itu memiliki sepasang anak kembar pula yang semuanya adalah kembar identik.. Wah? Istimewa sekali… Saya jadi ingat berita di Jawa Pos beberapa hari sebelumnya dimana ada berita tentang pasangan di Jerman dimana sang suami berkulit putih dan istrinya berkulit hitam mendapatkan sepasang bayi kembar laki-laki, yang seorang berkulit putih seperti ayahnya dan satunya lagi berkulit hitam seperti ibunya! Ini kejadian yang sangat langka. Tampak dalam foto sang ibu dengan bangga menggendong kedua bayi yang berbeda itu, sementara sang ayah menatapnya dengan bahagia… wah, menakjubkan…!!
Masih dipenuhi bayangan tentang pasangan kembar itu, malamnya tanpa sengaja waktu memindah channel televisi saya melihat ada tayangan dimana ada sepasang gadis kembar sedang mengikuti suatu acara kelihatannya seperti kuis, dimana mereka ditempatkan dalam ruang terpisah dan tidak dapat saling melihat (tetapi penonton bisa mengamati keduanya) kemudian pemandu acara memberikan pertanyaan yang sama untuk masing-masing peserta dan meminta jawabannya diberikan bersamaan dalam gerakan dan isyarat tanpa suara. Ajaib, meskipun tidak bisa saling melihat, jawaban yang diberikan bisa sama, gerakan yang dilakukan sama!! Kok bisa ya?… Penasaran saya ingin tahu apa acara itu, dan setelah jeda iklan baru saya tahu acara itu judulnya “Super Twins” !! Baru tahu deh, maklum saya tidak tertarik dengan tayangan yang berupa kontes atau show yang “menjamur” dibeberapa stasiun TV –yang ditayangkan pada prime time dengan durasi yang sangat panjang- dimana jurinya, kontestannya dan atau keluarganya, juga pembawa acaranya akan saling berkomentar panjang lebar, aduh buat saya itu..”nggak banget” deh. (maaf untuk yang suka, ini masalah selera ). Pada tayangan Super Twins yang saya lihat hanya selintas tadi saya melihat ternyata itu adalah kontes untuk orang-orang kembar dalam hal talenta bernyanyi dan ada selingan kuisnya, dan saya surpised karena ternyata penontonnya pun adalah orang-orang kembar pula… wah! Saya selalu takjub melihat pasangan kembar apalagi kalau sangat mirip satu sama lain, nah ini ada banyak pula, wow… !! Kisah tentang anak kembar masih berlanjut, kemarin siang seorang sahabat –yang lama tidak berjumpa- tiba-tiba online, dan kami sempat ngobrol seru dimana salah satunya adalah topik favorit saya yaitu tentang anak kembar balitanya yang cantik dan lucu… ada-ada saja ulah si kembar ini…hehehe…
Kalau bicara tentang orang kembar pastinya bukan sosok Arnold Schwazeneger dan Danny De Vito yang terlintas dalam pikiran, apa miripnya kedua orang itu? Hahaha…Itu film komedi saja. Hal yang terlintas dalam benak sebagian besar dari kita tentang orang kembar adalah dua individu yang sangat mirip satu sama lain. Definisi kembar secara umum adalah dua anak (atau lebih) yang dilahirkan secara besamaan dalam satu persalinan. Secara teori, dikenal adanya dua macam kembar yaitu kembar identik (monozigot) yang dihasilkan dari satu sel telur dan kembar fraternal atau non-identik (dizigot) yang dihasilkan dari dua sel telur, yang terakhir ini sebenarnya sama saja seperti kakak beradik tetapi yang dilahirkan pada saat yang sama. Orang yang terlahir kembar, khususnya kembar identik biasanya mempunyai penampilan fisik yang mirip satu sama lain dan juga mempunyai keterikatan emosi yang kuat sehingga sering mempunyai sifat dan pemikiran yang serupa, meskipun ada juga beberapa yang tidak, tapi ini mungkin sebagian kecil saja. Tidak heran kalau mereka punya banyak kesamaan, mereka berbagi gen yang sama, mereka tumbuh bersama dalam rahim sang Ibu dan bahkan lahir ke dunia dalam waktu yang sama, bagaimana mungkin tidak ada keterikatan emosi yang kuat.
Saya takjub pada orang kembar, dan karena saya bukan orang kembar saya sering bertanya-tanya dalam hati bagaimana ya rasanya jadi orang kembar? Memandang saudara kembar pastilah bagaikan memandang cermin dan melihat diri sendiri dalam saudara kembar itu. Memiliki saudara kembar pastilah sesuatu yang sangat istimewa, eh bukan berarti saudara yang lain tidak istimewa lho tapi bahwa ada individu lain yang mirip dengan kita, bagian dari diri kita, bersama-sama selalu bahkan sejak dalam kandungan bukankah itu istimewa? Kalau sebagian orang mungkin pernah merasa sendiri dan sepi didunia ini, mungkin itu adalah hal yang tidak akan terjadi pada si kembar, selalu ada seseorang untuk berbagi. Sebagian orang mungkin merasa hampa tanpa cinta, tapi orang kembar –paling tidak- selalu punya seseorang yang dikasihi dan mengasihi, tempat untuk saling berbagi suka dan duka. Mereka selalu punya ikatan emosi yang kuat dan bisa saling merasakan,
kalau yang seorang sedih, yang lainpun berduka,
kalau yang seorang sakit, yang lainpun ikut merasakan,
kalau yang seorang bersuka cita, yang lainpun akan bergembira,
mungkin mereka akan saling mencari bila mereka terpisahkan
dan mereka akan saling menemukan, dimanapun mereka berada….
Aih, jadi terharu biru begini !
Hmmm… saya jadi berpikir, seru juga ‘kali ya kalau jadi anak kembar, atau punya anak kembar?… hehehe…
July 31st, 2008 at 7:31 pm
Mbakyu, saat membaca ini ingatan ku langsung menuju ke Tangerang ke rumah Mbak Nung, dimana ada Nana dan Nina - si kembar nya mbak Nung.
Saat ketemu mereka memang agak sulit membedakan, karena sama persis sih. Hehehehe
Dan walau bukan kembar aku sering dikira orang lain oleh seseorang. Misalnya saat di Mall tiba-tiba disapa orang lain yang mengira aku temennya, atau terakhir kemarin aku disapa orang saat peninjauan tanah calon kampus kami yang baru. Dia bilang: Mas kok sudah lama ga dolan ke LH? wah aku bingung, ternyata dia mengira aku orang dari sebuah EO yang sering kerja sama dengan Dinas LH Karanganyar. Dasar wajahku memang wajah pasaran ! Pilu tenan.
August 2nd, 2008 at 8:12 am
Ni comment jawab punya Yakub ya.. Enak kalau cuma ditanya begitu.. waktu sma.. aku pernah tiba2 dimarahi gak karuan sama pak guru olah raga, disuruh turun dari sepeda motor, trus disuruh lari kelapangan basket yang lumayan jauhnya.. Aku bingung apa salahku ini, baru aku mau buka mulut untuk tanya .. eh si Pak Guru malah meledak marahnya.. jadi aku turuti aja lari… Untung baru beberapa meter.. aku dipanggil kemudian ditanyain aku kelas berapa… e e ternyata aku yang waktu itu baru masuk kelas 1 disangka seorang murid kelas 3.. akhirnya aku penasaran aku cari2 kakak kelas yang mirip aku itu… eh ternyata ehm mirip juga….! Wah ya masih untung ya mirip orang yang dianggap punya kesalahan di sekolah, coba kalau wajahku mirip Ryan (hi..hi..hi)gimana coba..?!( Eh Ryan kan laki2.. masak bisa mirip aku.. Walah…)
August 3rd, 2008 at 7:51 am
Yakub & Erna, jangan2 kalian itu kembar ya?..”day by day”?..hehehe…