Rambut Putih dan Kebijaksanaan
Kemarin pagi saat asyik ngobrol tiba-tiba sahabatku berhenti berbicara dan menatap tajam kearah kerambutku… “Apa”? tanyaku dengan heran… “sebentar” katanya, sambil tangannya terulur kerambutku…”kayaknya ada rambut putihnya deh”. “Mana? Cabut aja” kataku segera, dan setelah memilah sebentar akhirnya tercabutlah sehelai rambut yang separonya berwarna putih dan separonya lagi berwarna coklat kemerahan seperti rambut jagung, sebentar lagi pasti dia akan kehilangan pigmennya dan berubah warna menjadi putih… “Huaaaaa….” teriakku saat menerima helai rambut panjang itu, ini bukan kejadian pertama, beberapa bulan lalu aku sudah menemukan rambut putih pertamaku, tapi tidak sepanjang yang sekarang ini. Entah kenapa lalu tiba-tiba sepintas terbayang film Mandarin The Bride with White Hair dimana tokohnya adalah pendekar wanita yang berambut panjang dan putiiiih …waaaa…serem… Kalau rambutku berwarna putih semua apa aku akan jadi kelihatan seperti nenek-nenek ya?…. Waaa…. mana ada wanita yang mau dibilang tua?
Kuamati lagi rambut setengah putih ditanganku sambil menenangkan hati… Ah, bukan cuma aku kok yang mengalaminya, beberapa teman yang kukenal yang bahkan usianya jauh lebih muda dari aku rambutnyapun sudah mulai memutih, so what gitu lohh… Apalagi , sekarang sudah banyak tersedia pewarna rambut, bukankah itu bisa jadi pilihan terakhir kalau memang diperlukan, dan ini kelihatannya belum perlu kok, masih satu rambut kok yang ditemukan, ah.. gitu aja kok repot…
Sambil masuk ke ruang kerjaku, rambut putih itu masih kubawa dan kuletakkan diatas agenda yang berwarna hitam, kali ini kupandangi sambil tersenyum… Kalau rambutnya sudah memutih, artinya orang itu sudah tua.. jadi aku sudah tua ya? maunya kok dibilang muda terus… Aku bukan orang yang suka menyembunyikan usia sih, cuma kadang suka lupa kalau sedang berkumpul dengan teman-teman yang lebih muda, rasanya seperti teman sebaya aja…hihihi…
Menjadi tua adalah fenomena alam, suka tidak suka, mau tidak mau, semua orang akan menjadi tua, jadi ya dijalani saja to? apa masalahnya dengan menjadi tua?… Aku jadi ingat ada pepatah yang mengatakan kalau rambut yang memutih itu adalah simbol kebijaksanaan, mungkin maksudnya adalah kalau orang semakin tua usianya mestinya semakin bijaksanalah dia. Semakin bertambah usia, semakin banyaklah hal-hal yang telah dialami, semakin banyaklah pengetahuan dan pengalaman yang didapat. Ada banyak hal yang ingin orang raih dalam hidupnya, kepandaian, kekayaan, kejayaan, tapi semua itu sia-sia kalau dia tidak punya sifat bijaksana. Ketika Raja Salomo diijinkan untuk meminta hal yang akan diberikan Tuhan kepadanya*, bukan kekayaan atau kejayaan yang dimintanya tetapi dia meminta diberi hati yang paham untuk menimbang perkara, kemampuan untuk dapat membedakan yang baik dan yang jahat, dia memohon hikmat, mohon untuk diberi hati yang bijaksana! Kebijaksanaan tidak diperoleh dari kepandaian atau kekayaan, orang yang bijak adalah orang yang menyadari keterbatasannya sebagai manusia sehingga ia bersedia belajar dan menerima didikan baik dari Tuhan maupun sesamanya. Tentu saja tidak harus menunggu tua seseorang menjadi bijaksana, tapi kalau usianya sudah bertambah tapi tidak juga dia menjadi bijaksana, lalu apa arti hidupnya?
Aku memandang lagi sehelai rambut putihku, kuambil dari atas agenda dan perlahan kubuang ke tempat sampah dan berkata dalam hati… sudahkan aku jadi orang yang bijak? hari ini aku diingatkan untuk menjadi lebih bijaksana. Aku jadi tersenyum membayangkan kalau padaku ditanyakan bahwa aku diberi kesempatan untuk membuat 3 permohonan dalam hidupku yang akan dipenuhi.. maka permohonan yang pertama adalah seperti Raja Salomo aku akan memohon diberi hati yang bijaksana !… Lalu permohonan kedua dan yang ketiganya adalah…………hhmmm….rahasia deeehhh…
* I Raj 3 : 5-14
June 15th, 2008 at 6:17 pm
Tanpa sadar aku meneliti rambutku dan memang ada beberapa rambut putih bertengger di sana, walaaah … aku juga sudah tua to, tapi .. apakah aku sudah bijaksana? atau sudah lebih bijak dari waktu2 sebelumnya? Emmm …. kata orang2 sekitarku sih iya, tapi menurut hati nuraniku sendiri masih belum tuh …
Memang benar kebijakan tidak bisa diperoleh begitu saja, perlu proses pembelajaran yang tidak tentu waktunya … ya kan mbak?
Kalo menurut mbak Tanti aku ini sudah bijak belum? hi hi hi
June 16th, 2008 at 6:48 pm
kayaknya kamu sudah bijak kok Nung,
paling tidak lebih bijak dibanding aku, kan rambut putihnya lebih banyak..hihi….
June 22nd, 2008 at 8:10 am
Direkturku umurnya masih muda tetapi rambutnya sudah putih, banyak yang putih, dan beliau walau masih muda ternyata bijaksana, Pak Usep, tukang kebon juga masih muda dan rambutnya juga banyak yang putih tetapi menurut banyak orang tidak bijaksana (mungkin dia sebenarnya bijaksana juga dalam mengolah tanah dan memelihara taman siapa tahu?)…. aku rambutku masih hitam semua dan aku merasa belum bijaksana, masih terhuyung-huyung ke sana kemarin seperti daun di terpa angin… tulisannya bagus dan memberi inspirasi bagiku…. Salam untuk mbakyu berdua…
June 29th, 2008 at 9:17 am
Tan… kalau aku sih, sudah tahu punya rambut putih sejak SMA…(itu tahunya.. mungkin sudah lama sebelum itu kali). Gak tahu kok ada segerombolan rambut dibelakang telinga putih semua.. ada yang bilang mungkin dulu pernah disengat lebah… ) Ah .. apapun warna rambut, berapapun usia. kayaknya gak significant dengan kebijakan, kecuali bagi orang-orang yang mau belajar dan terus belajar untuk mengerti kehidupan ini…Tul gak?
July 7th, 2008 at 9:55 pm
huhaha.. itu rambutku..
July 8th, 2008 at 12:27 am
@ erna
@ aprilia
: welcome to the gray hair club !!!
July 8th, 2008 at 4:54 am
@ yakub : wah, kaya’nya saat ini kamu belum bisa bergabung dengan club kami… join us few years later when u find ur first gray hair, OK?.. hehehe…