Sepatu Cinderella

Pulang ke Jogja, jalan-jalan di Centro, Ambarukmo Plaza… lihat ke konter sepatu wanita, biasa deh ‘lapar mata’ lihat sepatu-sepatu cantik berderet yang menggoda untuk dicoba… Perhatian saya tertuju pada high heels coklat dengan bahan kulit, modelnya simpel tapi elegan…hm..boleh juga nih dicoba.. segera saya lepas sandal di kaki kanan dan mencoba sepatu itu… wah, ukurannya pas, kelihatan bagus di kaki, ramping, bersih dan kontras dengan kulit… eh, tapi berapa harganya? segera saya lepas untuk melihat label harganya… Hah? Mahal amat?…ini sih dua kali lipat lebih dari harga sepatu-sepatu saya… Aha, ternyata diatasnya ada papan kuning dengan tulisan diskon 20% plus kalau pakai kartu kredit tertentu tambah lagi diskon 11,5%… kebetulan saya punya kartu kredit itu… wah, boleh juga nih dipertimbangkan… Saya coba lagi sepatu cantik itu, memang pas di kaki, kali ini saya ingin memastikannya dengan melihat ke cermin… yah, cerminnya letaknya agak jauh…nggak pa-pa deh saya kesana sambil mencoba berjalan memakainya… Wow, ternyata dipakainya-pun enak, nyaman dan terasa lembut ditelapak kaki,  ringan, tidak bikin capek… he..he… memang beda barang mahal dengan yang biasa-biasa aja..yah, sesuai-lah dengan harganya…. Kaya’nya ini adalah ‘must buy item’ deh… dan semakin besar keinginan memilikinya setelah melihat bayangannya dari cermin…yup..…dia harus kumiliki !!!…. Lalu, segeralah saya menyalakan kalkulator kecil di otak saya…harganya kalau dikurangi 20% lalu jumlah itu dikurangi lagi 11,5% (eh 10% aja deh biar gampang ngitungnya) jadinya adalah sekian-sekian…yah, kok masih mahal juga ya? Gimana nih, beli-nggak-beli-nggak? Di benak saya bertarunglah dua kubu pendapat yaitu ‘Devil’ yang pro dan ‘Angel’ yang kontra.

Angel :  Bulan ini kamu udah belanja beberapa fashion item , ini juga udah nenteng tas dari toko sebelumnya, masa sih mau beli lagi?

Devil  :  Eh, tapi ini kan kesempatan, jarang-jarang lho dapet sesuatu yang bagus dan pas, anyway kapan lagi ke Jogja-nya kalo masih dipikir-pikir, ntar keburu dibeli orang?

Angel :  Iya memang kualitasnya bagus, tapi kan mahal juga…

Devil  :  Lho kan pake kartu kredit, bisa dicicil ini…

Angel :  Apa bener harganya reasonable? Kamu belum pernah lho belanjakan uang sebanyak ini buat sepasang sepatu.

Devil  :  Lihat deh, sepatu ini bagus sekali, kuat dan pasti awet, enak dipakai, modelnya simpel tapi nggak pasaran, kelihatan berkelas..

Angel :  Yakin memang perlu dibeli? Coba deh ingat-ingat, kaya’nya kamu masih punya koleksi sepatu yang warna coklatnya mirip sepatu ini… tuh, sandal yang kamu pakaipun belum lama belinya kan? Warna juga mirip… ngapain beli lagi?

Ah, akhirnya si Angel yang menang…

Ya… sebel juga, tapi alasan-alasannya memang tepat sih, jadi dengan langkah pelan saya kembali ke meja display untuk mengembalikan si sepatu cantik… tapi…lho? mana sandal kanan yang tadi saya tinggalkan disini… Apa salah lokasi ya? Perasaan tadi bener disini deh… masih ada beberapa pengunjung di lorong, mungkin pandangan saya terhalang, saya segera mengitari meja-meja display sepatu, nggak ada… saat pengunjung di area itu agak  sepi tampak jelas bahwa tidak ada terlihat ada satu sandal yang tertinggal diatas karpet di lorong konter sepatu… Haa?..kemana sandal saya?….Dengan malu-malu plus agak bingung dan sambil masih melongok-longok ke kolong meja, saya bertanya pada pramuniaga  “Mbak, lihat sandal saya nggak, tadi saya tinggal disini waktu nyoba sepatu ini? Si Mbak juga ikut melongok-longok mencarinya..“Nggak ada tuh, mbak tadi nyoba-nya dimana?” “Ya disini, saya yakin kok” jawab saya.. Si Mbak bertanya pada dua orang temannya tapi nggak ada yang tahu.. Aduh, konyol deh..kan nggak lucu banget kalau saya harus jalan dengan satu sandal aja… iya kalau Cinderella berlari dengan satu sepatu, satu sepatu kaca-nya ditemukan sang pangeran..nah kalau ini siapa juga pangeran yang mau menemukan sandal saya..hi..hi… Ditengah kebingungan saya tiba-tiba terbersit ‘harapan’ baru..eh, kalau sandal saya hilang berarti ada alasan dong buat beli sepatu ini..kan nggak mungkin saya pulang nyeker alias telanjang kaki… he..he..masih berharap juga nih… Saat si Devil akan kembali membujuk tiba-tiba salah satu Mbak pramuniaga berteriak… “Mbak, sandalnya yang ini bukan?” tanya dia sambil mencomot satu sandal yang dipajang di meja display… Haa? Iya betul…itu sandal saya…. Lho kok bisa ada disitu sih, siapa yang iseng menaruhnya disana? Ha..ha..ha… rupanya ada orang yang ‘berbaik hati’ menaruh ke meja mungkin karena mengira itu barang display yang habis dicoba orang tapi tidak dikembalikan.. warnanya kan senada dengan barang-barang disitu jadi sayapun tadi tidak cermat melihatnya… Konyol deh…

Ha ha ha haa ha…hi hi hi hii hi… sandalnya udah ketemu

Ha ha ha haa ha…hi hi hi hii hi… nggak jadi beli sepatu

Akhir cerita, Cinderella nggak jadi kehilangan sepatunya !!

Leave a Reply