Archive for December, 2007

Doa di Akhir Tahun

Monday, December 31st, 2007

Tuhan Allah Yang Maha Kasih,

Waktu berjalan begitu cepat,

sepanjang tahun ini tlah kujalani hari-hari suka dan duka,

tlah kualami saat-saat sakit dan sehat,

sering kulalui hari-hari yang ceria,

kadang kualami saat-saat yang terasa berat,

semua terjalin dalam satu cerita

Di akhir tahun ini aku termangu,

aku merenung, memohon ampun dan tertunduk malu,

betapa seringnya aku mengeluh, memohon ini dan itu,

tapi kurang menyadari betapa berlimpahnya berkatMU

kadang bila kesibukan menyita waktuku,

kuabaikan doa dan waktu teduhku bersamaMU

Tapi Engkau tetap setia ya Tuhan,

KasihMU tak berkesudahan

Saat kuhitung berkat yang telah Tuhan berikan,

betapa banyaknya hingga tak terkatakan

Sering berupa kesukaan,

kadang lebih dari yang aku harapkan,

malah ada yang berupa kejutan, sesuatu yang tak terpikirkan,

tapi Tuhan berkenan untuk berikan dan kurasakan,

Adakalanya berkatMU datang melalui peristiwa yang sedih,

yang membuatku berjuang dengan letih,

tapi itu semua membuatku jadi orang yang terlatih

untuk bertahan dengan gigih,

karena kutahu Tuhan selalu ada dan menuntunku dengan penuh kasih

Hari berganti, tahun berlalu, datang dan pergi

Hari ini kembali kualami, masa tahun berganti lagi

Terima kasih Tuhan untuk hidupku yang penuh warna ditahun ini,

Terima kasih untuk semua hal yang telah Tuhan ijinkan untuk kualami

Seperti yang telah kualami ditahun-tahun yang lalu,

kurasakan penyertaan Tuhan selalu

Demikian pula di tahun yang baru

kuyakin kasih Tuhan tak akan pernah berlalu

Kiranya Tuhan karuniakan kekuatan dan kemampuan

agar hidupku berarti dan punya tujuan

untuk selalu memuliakan Nama Tuhan

Kiranya Tuhan karuniakan hikmat

sehingga aku dapat berlaku bijak dan cermat

mampukan aku untuk menjadi saluran berkat

Kiranya Tuhan berkenan pakai keberadaanku

untuk menjadi terang bagi sesama dilingkunganku

Mampukan aku untuk selalu menjaga tutur kata,sikap dan perilaku

sehingga orang melihat kemuliaanMU

Tuhan, tak ku tahu apa yang akan terjadi ditahun depan,

mungkin ada tantangan dan rintangan

Kuserahkan semua kuatir dan ketakutanku

karena kuyakin Tuhanlah yang akan memimpin langkahku

Terima kasih atas penyertaanMU

Segala hormat, puji dan kemuliaan

Hanya kupanjatkan bagiMU Tuhan

Amin.

More Than Words

Saturday, December 22nd, 2007

Pernah ngitung nggak berapa jumlah kata yang kau ucapkan setiap harinya? 5000? 100.000? atau lebih? (..ah, siapa juga yang mau ngitung, kok keisengan amat…) Tiap kata yang kita ucapkan punya arti, kata-kata tersusun membentuk kalimat untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran…Bayi mengucapkan kata-kata yang tanpa makna..eh, mungkin itu bukan kata-kata, cuma suara2 aja sih..  Semakin dewasa semakin bertambah pulalah perbendaharaan kata-kata kita…..Tapi kadang apa yang ada dipikiran nggak mudah diungkapkan dalam kata-kata yang tepat…maksudnya begini eh orang lain menangkapnya begitu… Maunya ngomong begini eh karena salah milih kata jadinya artinya lain…

Dalam dua minggu terakhir ini -pada dua kesempatan dan audiens yang berbeda- saya harus mengikuti 2 rapat kerja yang durasinya masing-masing 2 hari… (aduh berasa kaya’ anggota DPR aja deh). Tahu apa yang orang lakukan dalam suatu rapat?… ya..menyampaikan laporan, memberikan masukan, mencari rumusan, mencapai tujuan, adu argumentasi, mencari kata sepakat, …pokoknya ngomong, ngomong dan ngomooong… Ada peserta rapat yang mengemukakan pendapatnya dengan berapi-api, ngomong panjang lebar berputar-putar tapi nggak jelas apa maksud dan tujuannya, nggak menjawab permasalahan yang dibahasnya. Ada juga yang bicaranya cukup singkat tapi kata-kata yang dipilihnya sangat tepat mewakili ide pemikiran yang diungkapkan, bahkan inspiratif dan membuat suasana menjadi lebih kondusif. Ada pimpinan sidang yang kesulitan menuangkan resume dari hasil bahasan dalam suatu kalimat dan akhirnya bilang.. “..udah deh..pokoknya maksudnya seperti ini, kalimatnya terserah”.. lah sekretarisnya juga nggak tahu mau nulis gimana, dia juga sama bingungnya… Belum lagi waktu presentasi hasil bahasan, beberapa kali terjadi butuh waktu yang cukup panjang hanya untuk berdebat mencari padanan kata yang tepat untuk suatu istilah yang bisa mewakili suatu ide pikiran yang ingin dituangkan. Lagi, kadang peserta sibuk mengomentari bukan substansi materi tapi istilah yang dipakai… “jangan pakai kata itu, artinya jadi lain…”, yang lain menyanggah, “bukan begitu maksudnya, ini adalah..bla..bla..bla” dan seterusnya dan seterusnya…. Padahal peserta rapat adalah orang2 dewasa yang pastinya perbendaharaan katanya cukup banyak, mana mereka rata2 memahami lebih dari satu bahasa, mereka juga cukup well educated.. tapi kok susah juga yah…

Ternyata meskipun tersedia berbagai pilihan kata, menuangkan isi pikiran dalam kata-kata itu tidak selalu mudah… Sebagian orang punya kemampuan baik dalam berkata-kata, tapi banyak pula orang yang sulit untuk berkata-kata… Tapi sebenarnya, apapun tipe orangnya (untuk orang yang dikaruniai kemampuan untuk bicara) kemampuan berkata-kata itu sebenarnya adalah sesuatu yang dapat dilatih… Pepatah bilang ..ala bisa karena biasa, practice make perfect… Cuma, kadang orang tidak memperhatikan apa yang mereka katakan, kadang tidak sadar kalau orang bisa berpretensi lain terhadap apa yang dikemukakan, kadang tidak sadar kalau apa yang diucapkan menyakitkan hati orang lain… Kata-kata yang diucapkan adalah ungkapan perasaan dan pemikiran yang menunjukkan pribadi seseorang. Kata-kata yang diucapkan oleh orang yang punya sikap berpikir positif akan menolong orang lain, mungkin menyejukkan hati, sesuatu yang bersifat membangun. Orang yang bijaksana mampu memilih kata-kata mana yang harus diucapkan dan yang tidak perlu disampaikan.

Eh, tapi apa semua yang ada dalam pikiran dapat diungkapkan dalam kata-kata?Ternyata ada juga lho hal-hal yang tidak dapat diungkapkan dalam kata-kata tapi bisa dimengerti,

tidak diucapkan tapi bisa dirasakan…

CINTA misalnya,

kadang kata-kata tidak cukup untuk mengungkapkannya,

kadang bahkan tidak perlu terucap kata-kata,

tapi terasa dalam hati,

dan itu sudah sangat berarti….

just feel it,

it’s more than words…

Saying I LOVE YOU
is not the words I want to hear from you
Its not that I want you
not to say, but if you only knew
How easy it would be to show me how you feel
More than words is all you have to do to make it real
then you wouldnt have to say that you love me
cos I’d already know

What would you do if my heart was torn in two

More than words to show you feel
that your love for me is real
What would you say if I took those words away
then you couldnt make things new
just by saying I LOVE YOU

Now I’ve tried to talk to you and make you understand
All you have to do is close your eyes
and just reach out your hands and touch me
hold me close don’t ever let me go
More than words is all I ever needed you to show
then you wouldnt have to say that you love me
cos I’d already know

What would you do if my heart was torn in two
More than words to show you feel
that your love for me is real
What would you say if I took those words away
then you couldnt make things new
just by saying I LOVE YOU

(“More than words” – Extreme)

THE RAIN AND US

Saturday, December 8th, 2007

I was busy preparing dinner when I heard the sound of the rain outside,

I looked through the kitchen window an saw the rain started to falling

I smiled and think…

I love the rain,

It reminds me to the  cool and the freshness,

I like to see  it flourish the earth, made the plants and flowers wet and fresh

I like to smell the fragrance of the ground & the grass when the first rain falling into it

I love to hear the rhythm of the falling rain

I don’t know how, but in some ways rainy moment leads me into some sentimental feelings…

But  the rain will unpleased me

when it turns into a heavy one,

when plenty of water  are downpoured from the sky,

when it accompanied by the dark clouds, lightening and thunder,

it’s not just unpleased me, but made me scared and feel insecured

Oh no,… this is what happen now…

Smile faded away from my face…

The rain got harder, accompanied by small twister

I felt so insecured… I’m home alone in our residence,

my darling was somewhere outside on his way back home from work ….

Imagine that he caught in the heavy rain and bad weather made me feel bad

Dear Lord, please guard Abang, guide him come home safely through this bad weather” I prayed…..

Minutes later, I finished cooking and was turning off the stove when I heard the door was opened

Hi dear,.. I’m home”…. I heard his voice..

Ah,  Abang is coming home… my pray had answered !…

Hi honey…” I greet him with a light kiss…

What a bad weather outside dear he said

Yes, I know…I’m glad you’re home now “ I replied “Now, why don’t you have a nice hot shower while I finish to set our dinner?”  He said ”OK” and went to the bathroom after I passed him the towel 

I continued preparing our dinner happily

The table had set just in time when he came out from our bedroom,

fresh and clean, smiled at me so lovely…

Together we dine,

Started by praying, thank God for the food and everything,

We had a nice hot meal, delighted to have it during the heavy rain outside, 

actually, it wasn’t super tasty cuisine that I served for I’m not a great chef,

but I cooked it with love – did it for someone I love -  that made it so special…

The hard rain still falling outside when we had finished our dinner,

then we moved to the living room

having cups of hot choco,

sitting together in the sofa, 

his arm  around my shoulder, hold me tight,

a sweet moment of sharing and communicate each other,

Together we watched the falling rain from the window…

I still hate the hard rain, but it didn’t scared me when I’m with him

Eventhough dark clouds, thunder and twister outside, I feel secured in his embrace

It was wet and cold outside but together we were warm in our nest

The love in our hearts would keep us warm,

it may turn into heat we share all through the night……

I love the rain,

any kinds of rain,

as long as I’m with my beloved one ………