HABIS GELAP TERBITLAH TERANG

Are you affraid of the dark?

Does darkness bring some discomfort feeling in your mind?

Buat saya berada dalam kegelapan itu adalah hal yang sangat tidak menyenangkan…

Unfortunately, saya terpaksa mengalaminya belum lama ini…

Beberapa waktu yang lalu satu sahabat saya harus menjalani suatu operasi karena penyakitnya. Pulang kantor saya menengoknya di salah satu Rumah Sakit terkenal dikota ini. Waktu itu baru saja dia masuk kamar setelah satu jam sebelumnya keluar dari Recovery Room pasca operasi… Dia belum sepenuhnya sadar, masing pusing dan mual, tapi tahu kalo saya ada disana, so saya ngobrol aja dengan keluarganya yang menunggunya… Tengah2 asyik ngobrol tiba-tiba lampu mati…uups… gelap deh semuanya… Kamar ini berada dilantai 8,  dari jendela saya bisa melihat situasi diluar ternyata lampu di gedung2 sekitarnya dan lampu dijalan raya tetap menyala…jadi bukan pemadaman listrik total..

Kami semua tetap tenang ditempat… ah… ditunggu aja, masa’ sih rumah sakit mati lampu…sebentar nanti pasti juga lampunya nyala lagi… Sebentar kemudian masuklah dua orang perawat menyampaikan permohonan maaf atas gangguan ini, “mohon sabar ya Bapak, Ibu, kami sedang memperbaikinya” begitu ucapan mereka dengan ramah..

OK, kami tunggu..

5 menit…

Kok lama yah… kenapa mereka nggak segera menyalakan genset?

Terdengar ribut suara dari kamar2 sebelah, para pengunjung keluar dari kamar berkumpul di koridor, menggerutu sana-sini, sedangkan para pasien, tentu saja cuma bisa pasrah di tempat tidurnya masing-masing…

10 menit…

Masih gelap !…

Teman saya si pasien mulai terjaga… “Kenapa semuanya gelap?” dia yang belum sepenuhnya sadar mengira sesuatu terjadi pada dirinya..  “Nggak apa2 kok… ini listriknya memang mati, jadi gelap, sebentar lagi juga nyala”… kata kami menenangkannya… 

15 menit…

20 menit…

Belum nyala juga!

Nothing I can do in the dark…

Nggak asyik lagi ngobrol dalam kegelapan….

Ruangan mulai tidak nyaman, ac mati, tidak ada jendela yang bisa dibuka

Akhirnya saya berpamitan pulang…

Dengan berbekal ponsel yang ada senternya mulailah saya menyusuri koridor. Sepiii sekali disana, gelap tidak ada secercah sinarpun, (kenapa tidak ada lampu emergency disini?) tidak ada orang sama sekali…para pengunjung yang tadi rame2 keluar dan protes sudah tidak ada lagi, mungkin putus asa lalu masuk kembali ke kamar…atau sudah pulang ya?

Sampai di ujung koridor terlihat ada seberkas sinar, Meskipun hanya samar2 tapi adanya sinar itu membuat hati menjadi lebih tenteram, dan waktu saya belok tahulah saya kalau sinar itu ternyata adalah berasal dari lampu emergency yang rupanya hanya ada di dinding tangga darurat …

8th floor

Ah… itu dia tangga-nya..

a long long way to go…dan high heels yang saya pakai sebenarnya nggak cocok untuk perjalanan ini..tapi apapun akan saya tempuh untuk dapat pergi meninggalkan kegelapan ini… Perlahan saya melangkah, no rush at all, hemat tenaga…ada 8 lantai yang harus saya lalui untuk sampai kebawah.. Waktu mulai menuruni anak tangga saya berpapasan dengan iringan para petugas yang naik membawa nampan makanan untuk para pasien di lantai 8… yah, memang ini waktunya makan malam… wah, pasti capek sekali mereka membawa makanan itu dari dapur… Tak habis saya berpikir, mengapa bisa terjadi listrik mati sekian lamanya di sebuah rumah sakit, bagaimana kalau ada yang sedang berada di ruang operasi, bagaimana dengan pasien yang menggunakan alat2 bantu yang tergantung pada listrik? mengapa rumah sakit sebesar dan semegah ini tidak bisa mengantispasinya? Rumah sakit punya tanggungjawab yang lebih besar dari “sekedar” pelayanan prima dari suatu pelayanan jasa… ada tanggung jawab dan etika moral yang harus dipenuhi… Apapun alasannya, seharusnya ini tidak boleh terjadi !!!….

7th floor

Wah, lumayan… sudah satu lantai terlewati… saya meneruskan langkah sambil kembali berpikir, kali ini tentang…listrik!…. Betapa kita semua sangat tergantung pada listrik! Coba lihat dari lingkungan yang terdekat, hampir seluruh peralatan di rumah memerlukan listrik, penerangan dirumah, rice cooker, kulkas, tv, mesin cuci, seterika..dll… Belum lagi di perkantoran, pusat perbelanjaan, area publik, sentra2 industri kecil dan besar…dll dll… Dulu waktu Thomas Alfa Edison menemukan bola lampu listrik, rupanya itu bukan ‘hanya’ suatu penerang dalam arti yang sesungguhnya, tapi suatu ‘penerang’ yang akan sangat mempengaruhi kehidupan umat manusia (tahu kan gambar di kartun2.. ide cemerlang selalu digambarkan dengan bola lampu listrik)…ah, bayangkan dunia tanpa listrik?… Begitu terbiasanya kita dengan listrik disekitar kita, begitu mudah menggunakannya, sampai kadang jadi lupa kalau semua yang ada didunia tidak ada yang abadi, sumber energi ini pun kalau dieksplorasi terus menerus bagaimana kalau ‘habis’? Tuhan menempatkan manusia di planet ini untuk mengelola bumi dan segala kekayaan didalamnya, Dia juga memperlengkapi manusia dengan pikiran dan akal budi, mestinya harus bijaksana dalam mengusahakan dan mengelola sumber energi.. Ah, ngomong aja percuma kalau tidak ada langkah nyatanya.. OK, saya jadi diingatkan untuk lebih bijaksana dengan penggunaan listrik.. kadang saya lupa mematikan lampu kamar mandi, nonton tv sampe ketiduran dan lupa dimatikan, di ruangan saya di kantor komputer selalu on dari pagi sampe sore padahal tidak selalu saya menggunakannya dll… Semuanya harus dimulai dari diri sendiri, kalau semua orang berpikir begitu pasti besar pengaruhnya…

5th floor

Nggak terasa, sudah 3 lantai saya lalui..  Kok sekarang sepi ya?..Sampai disini tidak ada lagi petugas yang berpapasan naik ke atas, Ooo..rupanya mereka tadi naik dari pantry di lantai 6… Sekarang jalan yang saya lalui sepi, hanya detak sepatu saya yang terdengar menggema di dinding tangga.. Disetiap lantai ada pintu yang terbuka ke arah koridor.. gelap, tidak ada lampu disana… Saya menengok sebentar ke koridor yang gelap … hm.. ini setting yang sangat cocok untuk adegan film horor Indonesia… ditambah background musik yang seram…lalu muncullah dari tikungan depan sosok suster ngesot…he..he.. khayalan yang konyol… saya jadi senyum2 sendiri… Lihat, apa yang bisa kau pikirkan pada waktu gelap…bayangan2 yang menakutkan, kekuatiran, itu munculnya dari pikiran yang negatif…itu bisa saja terjadi kalau kau berada dalam gelap… Gelap punya konotasi dengan hal-hal yang negatif bahkan evil spirit…Tidak nyaman rasanya berada dalam kegelapan apalagi kalau harus berjalan sendiri dalam gelap, tidak tahu apa yang ada didepanmu, kau bisa terantuk sesuatu, terperosok, mungkin tersesat, tidak ada sesuatu yang bisa dijadikan pedoman… Kalau dalam hidupmu kau tidak tahu kemana arah langkahmu menuju, mungkin berputar kesana kemari mencari sesuatu yang tak pasti lalu kadang tersesat dan mencoba mencari jalan lain, apakah itu berarti kau berada dalam kegelapan?… Apa yang jadi pedoman dan sandaranmu bila berada dalam gelap? Kalau ada seberkas sinar, meskipun itu hanya nyala lilin yang kecil suasana pasti akan segera berubah.. Adanya seberkas sinar dalam kegelapan membawa suatu harapan akan sesuatu yang lebih baik..  akan terlihat jalan dimana mestinya kita melangkah, akan terlihat rintangan yang harus dihindari, tidak akan kita terperosok…. Firman Tuhan itu pelita bagi kakiku, terang bagi jalanku… Dalam hidup ini ada banyak tantangan dan rintangan, tapi berjalan dalam terang Tuhan adalah kekuatan untuk menghadapinya…

3rd floor

Saya berpapasan dengan seorang ibu yang sedang dibimbing anaknya perlahan menaiki anak tangga… Ah, akhirnya saya berjumpa dengan manusia lain setelah sendirian beberapa saat dalam kegelapan…Kami saling melempar senyum.. “Hati-hati Ma, pelan-pelan aja jalannya”.. saya dengar pemuda itu berkata pada ibunya.. Membimbing seseorang keluar dari kegelapan hanya bisa dilakukan kalau kita punya pedoman, kalau ada seberkas sinar terang dalam diri kita… Benarkan kita sudah hidup dalam terang Tuhan? Sudahkan terang itu berarti untuk orang yang ada disekitar kita? Meskipun nyalanya tak seterang matahari tapi bahkan cahaya lilin kecil yang temaram pun dalam gelap akan memberi terang, memberi perubahan suasana yang berarti…. Ingat lagunya Chrisye…

dan kau lilin-lilin kecil

sanggupkah kau mengganti,

sanggupkah kau memberi seberkas cahaya

dan kau lilin-lilin kecil,

sanggupkah kau berpijar

sanggupkah kau menyengat seisi dunia….

Saya memang bukan siapa-siapa yang mampu membagikan terang pada dunia, tapi paling tidak sudahkan hidup saya berarti bagi orang-orang disekitar saya? Sudahkan terang itu memancar sehingga orang lain bisa merasakan dan melihat -bukan diri saya- tapi kemuliaanNYA? Sudahkah saya menjadi saluran berkatNYA bagi orang yang ada disekitar saya?

1st floor

Dari jauh terlihat pintu lantai 1… ah, akhirnya  sebentar  lagi saya akan sampai pada akhir perjalanan ini… Lho, tapi kenapa pintunya tertutup yah? Padahal disemua lantai tadi pintu yang menuju koridor terbuka lebar… Tidak ada seorangpun disini yang bisa ditanyai atau dimintai tolong… Dengan ragu2 saya menarik pintu yang kokoh itu…uhh..berat sekali… Pada upaya yang ketiga akhirnya pintu itupun terbuka… dan ternyata koridor menuju lobby pun sama gelapnya dengan lantai diatasnya… Saya menyalakan lagi senter pada ponsel..ah, nggak apa-apa yang penting saya sudah sampai disini… beberapa puluh meter lagi saya akan sampai ke pintu utama lobby menuju ke dunia luar yang lebih terang… Harapan akan adanya terang membawa semangat baru dalam diri saya… Belum sampai 5 meter saya melangkah tiba-tiba….. byaaar…. lampu menyala dengan terangnya, terlihatlah lobby yang mewah dengan meja resepsionis dan sofa2 yang empuk…. Horee !!…semua orang yang ada diruangan itu bersorak.. listriknya udah nyala lagi…tepat diakhir perjalanan saya… coba tadi saya lebih sabar menunggu mungkin tidak harus jalan2 sepanjang 8 lantai ! he..he….tapi saya tidak menyesalinya…

Horee…habis gelap terbitlah terang !!…..

Leave a Reply